Ingin Jadi Desainer Grafis? Tidak hanya Kemampuan Design, Berikut Potensi Yang Butuh Dipunyai

Mahasiswa DKV serta desainer grafis harus memiliki potensi computer serta harus up-date dengan perubahan tehnologi. Soalnya, pekerjaan desainer grafis tidak dapat dipisah dari handphone serta software. Ditambah lagi software design makin ke sini makin banyak serta bermacam. Setiap bulan, ada saja software baru!

Tahu perubahan trend

Tidak hanya faktor tehnis, faktor design terus bertumbuh. Tidak jauh beda lah, dengan fashion. Seorang desainer grafis harus juga aware serta memahami dengan trend, agar wacana semakin luas serta up-date. Bukan bermakna harus selau ikut-ikutan trend sich. Tetapi beberapa hal yang sedang in akan berguna jadi rujukan.

Sensitif dengan warna

Mata seorang desainer grafis harus juga cermat dalam hal warna. Warna adalah komponen penting dalam satu design. Serta warna itu tidak hanya me-ji-ku-hi-bi-ni-u, ada banyaaaaaaaaaak sekali turunan serta perpaduannya.

Mengerti ciri-ciri perusahaan serta client.

Seorang desainer grafis harus dapat sesuaikan design dengan pakem, keperluan, serta sasaran client tempat dia kerja. Raras, alumni DKV Kampus Bina Nusantara ‍ yang sekarang jadi koordinator artistik GADIS menerangkan, Umumnya fresh graduates hoby buat design yang menggelegar”, walau sebenarnya kemungkinan client-nya hanya ingin design yang simpel serta tidak perlu design yang demikian hebohnya.”

Memiliki idealisme serta keunikan.

Kreasi seorang desainer grafis memang seharusnya fleksibel sesuai dengan keperluan client, tetapi dia harus juga masih idealis serta memiliki keunikan dalam tiap karyanya. Jika merasakan belum dapat temukan keunikan, no worries! Keunikan umumnya akan bertumbuh bersamaan bertambahnya jam terbang, kok.

Ide yang tinggi.

Ide grafik desainer harus tinggi, lho. Contoh yang paling umum ialah lakukan analisa mengenai client/project yang dia lakukan, dan memberi beberapa pilihan design pada client. Kata Raras, Waktu ajukan beberapa pilihan design, umumnya saya mengarahkan” client ke pilihan yang menurutku paling oke. Tetapi jika pada akhirnya design yang diambil client bukan yang sesuai dengan ingin kita, ya harus ikhlas.”

Tabah hadapi koreksi.

Kamu senang ngomel serta komplen waktu hadapi koreksi? Jika begitu mendingan, bhay! Tidak perlu jadi desainer grafis! Soalnya, senang tidak senang, koreksi ialah makanan setiap hari seorang desainer grafis.

Cermat.

Tidak hanya cermat pada penampilan serta layout bagus, seorang grafis desainer harus juga cermat pada teks, ukuran, catatan koreksi, dan lain-lain. Janganlah sampai ada teks yang tertinggal dimuat atau koreksi yang kelupaan di-update.

Memiliki potensi komunikasi yang baik.

Potensi komunikasi ini super penting sebab desainer grafis kerja dalam team. Bila kerja di majalah, contohnya, ia harus dapat melakukan komunikasi dengan team redaksi.

Imajinatif

Ini pesan dari Raras, Jadilah seperti anak kecil, yang imajinatif serta ingin terus belajar.” Great poin! Jangan kaku, sob! Terus berimajinasi, beride, serta tidak takut denga ide baru yang beda.

Post A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *