Membuat perlindungan Merk

Apa penglihatan anda saat menyaksikan beberapa barang yang dipasarkan di pingir jalan? Bahkan juga saat sebuah merk populer sebagai salah satunya barang yang diperjualbelikan, apa ia akan nampak demikian terbatas di mata anda? Tanpa berniat untuk merendahkan beberapa barang itu, tapi silahkan kita pikir. Penglihatan anda, saya, atau bahkan juga khalayak akan berlainan pada ke-2 barang itu. Lepas bagaimana kualitas ke-2 barangnya, tempat di mana barang dipasarkan background format png akan tentukan penglihatan khalayak. Merk yang telah baik selanjutnya dipasarkan demikian saja di tepian jalan, bisa saja akan kurangi nilai merk nya. Itu ialah perlakuan yang tidak membuat perlindungan merk.

Merk ialah investasi yang paling bernilai. Ia tetap harus hidup untuk jamin perusahaan anda pun masih hidup. Perlakuan yang kurang menghargakan merk bisa akan lemahkan merk anda. Karena itu, saat anda mengizinkan sebuah pabrik atau produsen lain untuk memakai nama merk anda, pikir kembali. Bila itu ialah taktik usaha anda, karena itu yakinkan anda ketahui ke mana barang dengan merk anda itu dipasarkan dan bagaimana ia di berikan ke customer. Walau anda tidak membuat, tapi ia menggunakan nama merk anda. Jadi ia bawa nama baik merk yang telah anda menjaga.

Kasus ini pernah terjadi pada salah seorang selebritis Indonesia. Di mana ia mengizinkan mereknya untuk dipakai pada suatu karaoke keluarga. Sampai dalam satu hari, tempat karaoke itu di segel atas dakwaan jual minuman mengandung alkohol. Karena itu orang yang akan terbawa di dalam permasalahan bukan hanya pemilik karaoke, tapi juga pemilik merek itu. Memungkinkan merk yang telah ia bangun akan alami rugi. Karena bagaimana juga, merk yang dipakai ialah sama.

Perlakuan minimnya pelindungan pada merk kerap terjadi dalam masyarakat dan dilaksanakan dengan tidak menyengaja, tetapi diacuhkan oleh pemilik merk. Coba anda pikir, saat anda ingin beli produk air mineral paket. Apa yang anda sebut? Atau apa yang seseorang sebut? Aqua? Ya betul. Lepas dari ulasan jika “Aqua ialah pasar leader”, Kerap kali kita memandang jika aqua sama sama air mineral paket. Bukan sebagai sebuah merk air mineral paket.

Sekilas kita memandang jika apa yang terjadi itu ialah hal yang baik. Promo dengan gratis. Dari mulut ke dalam mulut produk anda diperkenalkan ke public, tapi saat merk anda jadi benar-benar populer hingga beberapa orang memakai namanya tanpa memikir kembali, produk anda akan digeneralisasikan. Mirip contoh barusan. Ada banyak merk air mineral paket. Tapi semua dinamai yang serupa, aqua. Saat produk mineral lain dipandang seperti nama, karena itu merk itu jadi tipe produk. Prihatin sekali kan? Benar-benar dikenali tapi sebenarnya tidak dikenali. Kerap disebutkan tapi bahkan juga beberapa orang tidak sanggup membandingkannya.

Argumen lain, coba anda lihat bagaimana saya menulis aqua? Bahkan juga tidak memakai huruf capital untuk menuliskan. Tidakkah sebuah nama semestinya dicatat memakai capital minimal pada hurud pertama? Atau memakai tanda © atau ®. Tanpa berniat untuk merendahkan merk itu, tapi realitanya khalayak kurang menghargainya sebagai sebuah nama. Itu ialah realita. Bila tidak diatasi dengan pas, satu hari kelak nama itu bisa dipakai oleh produk lain.

Nicolino menjelaskan, saat nama merk dipakai bermaksud memberikan sebuah type dari 1 produk daripada merk detil, karena itu ada kecondongan terjadi persempitan arti. Permasalahan paling besar untuk pemilik merk ialah biarkan terus muncul karena bisa lemahkan eksklusivitas pemilikan pada merk itu. Saat ada orang yang lain ingin memakai nama merk itu, ada peluang pemiliknya tidak bisa bela diri. Karena itu lindungilah merk anda. Diamkan ia dekat sama khalayak, tapi juga anda harus mengawasinya supaya masih terbatas dan dipandang seperti suatu hal yang bernilai.

Post A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *